Masjid Tua Katangka Gowa, Bukti Masuknya Agama Islam Di Sulsel PDF   Email

Gowa 6 agustus 2011.
Masjid al hilal Katangka merupakan titik awal berkembangnya agama islam di daerah selatan pulau SuLawesi, oleh 41 muballik dari Timur tengah. Mereka mulai memperkenalkan islam di kaBupaten Gowa. Konon,

mereka memperkenalkan islam sekitar abad 16 melalui shalat jumat yang pertama kali dilaksanakan di bawah pohon Katangka kaBupaten Gowa sehingga masjid ini diberi nama masjid Katangka.

Bahan utama material masjid Katangka adalah kayu dari pohon Katangka, seperti bagian atap atau kuda-kuda masjid ini. Dinding tembok dengan ketebalan sekitar 120 sentimeter, juga memiliki ciri khas teRSendiri, yang berfungsi sebagai benteng pertahanan saat raja Gowa melawan penjajah.

Kubah masjid yang dibangun diatas lahan sekitar 150 meter peRSegi ini, dipengaruhi oleh aRSitektur jawa dan lokal, dan memiliki dua tingkat atap yang berarti dua kalimat syahadat. Jendela masjid berjumlah enam, yang bermakna rukun iman, lima pintu bermakna rukun islam ada lima, serta empat tiang penyangga yang dipengaruhi oleh budaya eropa berarti empat sahabat nabi. Sementara, mimbar sangat kental dengan pengaruh kebudayaan cina, menyerupai klenteng dengan 2 tombak.

Hiasan kaligrafi arab kuno juga menghiasi pintu masuk dan mimbar. Namun, ini bukanlah ayat alduran melainkan lafalan kalimat berbahasa Makassar.

Aktivitas di masjid tua Katangka, tidak banyak berubah. Selain sebagai tempat shalat berjamaah, juga menjadi tempat belajar agama serta pengajian bagi majelis taklim.

Sejak berdiri pada tahun 1603, masjid Katangka telah enam kali direnovasi. Namun, bentuk aslinya tetap dipertahankan sebagai bentuk penghargaan terhadap para pendiri masjid. Sementara, di bagian samping dan belakang masjid terdapat kompleks makam keluarga keturunan raja Gowa berbentuk piramida dan dihiasi dengan guci di bagian atas.
Ichsn-rahmat.

Share
 
Joomla! Template design and develop by JoomVision.com - http://www.joomvision.com

Cosmetic by