News - General

Musim Panen Petani Di Sinjai Keluhkan Harga Kopi Murah

Selasa
2015-10-06
20:24:27
Penulis : Kyanzsup
Dibaca: 473 kali

#KompasSulsel, Sinjai. Petani kopi di sejumlah kecamatan di kabupaten Sinjai sulawesi selatan kini memasuki masa panen.namun mereka mengeluh lantaran harga komoditi kopi dinilai masih rendah bahkan terus merosot sehingga belum dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Lantaran harganya masih rendah sebagian petani kebun di kabupaten Sinjai sulawesi selatan menjadikan kopi hanya sebagai tanaman sampingan.komoditi kopi dianggap kurang menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani sehingga urung dijadikan tanaman utama.

Salah seorang petani rusdianti mengakui saat ini harga kopi robusta kering kupas hanya 12 ribu rupiah perliter. Harga tersebut terus merosot karena pada musim panen tahun lalu harganya berkisar masih 15 ribu rupiah perliter.

Rusdianti memiliki satu hektar kebun kopi robusta namun karena harga kopi rendah hasil yang diperoleh pun tidak lebih dari satu juta rupiah per sekali panen.menurut rusdianti untuk lima liter kopi panen basah hanya menghasilkan sekitar satu liter kopi kering kupas.

Itupun masih membutuhkan waktu pengeringan dan proses pabrik yang tentu saja perlu biaya penggilingan.

Rusdianti - petani kopi mengatakan:
"...ya harapannya kita begitu, karena kopi itu dimana-mana orang suka kopi, macam cengkeh juga kan rokok, tapi harganya murah sekali, mestinya tinggi harganya, kalau misalnya 20 perliter kan alhamdulillah, kalau musim begini cuma 12, di pasar, itu pun harus bersih sudah dibuang kulitnya..."

Petani mengeluh lantaran harga masih rendah padahal kebutuhan kopi di tanah air justru terus meningkat.petani berharap pemerintah memperhatikan nasib petani kopi dengan cara memulihkan harga kopi pada kisaran 30 ribu rupiah per kilogram.
M.salih-Sinj.

Comments via Facebook